Apa Itu Bipolar Junction Transistor

Table of Contents [Show]

    Bipolar junction transistor (BJT) adalah komponen elektronik aktif yang dapat berfungsi sebagai penguat, saklar, atau sumber daya. Transistor memiliki tiga terminal, yaitu emitor, kolektor, dan basis.

    Prinsip kerja BJT didasarkan pada sifat semikonduktor. Semikonduktor adalah bahan yang memiliki konduktivitas antara konduktor dan isolator. Ada dua jenis semikonduktor, yaitu jenis n (negatif) dan jenis p (positif).

    Dalam BJT, terdapat dua jenis semikonduktor yang disatukan dalam satu kristal. Jenis semikonduktor n disebut emitor dan kolektor, sedangkan jenis semikonduktor p disebut basis.

    Pada kondisi normal, emitor dan kolektor memiliki muatan listrik yang berlawanan. Basis memiliki muatan listrik yang lebih kecil. Jika basis diberi arus listrik, maka akan terjadi aliran arus listrik dari emitor ke kolektor.

    Besarnya arus listrik yang mengalir dari emitor ke kolektor dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang mengalir di basis. Semakin besar arus listrik yang mengalir di basis, maka semakin besar pula arus listrik yang mengalir dari emitor ke kolektor.

    BJT adalah komponen elektronik aktif yang dapat berfungsi sebagai penguat, saklar, atau sumber daya. Transistor memiliki tiga terminal, yaitu emitor, kolektor, dan basis.

    Prinsip kerja BJT didasarkan pada sifat semikonduktor. Semikonduktor adalah bahan yang memiliki konduktivitas antara konduktor dan isolator. Ada dua jenis semikonduktor, yaitu jenis n (negatif) dan jenis p (positif).

    Dalam BJT, terdapat dua jenis semikonduktor yang disatukan dalam satu kristal. Jenis semikonduktor n disebut emitor dan kolektor, sedangkan jenis semikonduktor p disebut basis.

    Pada kondisi normal, emitor dan kolektor memiliki muatan listrik yang berlawanan. Basis memiliki muatan listrik yang lebih kecil. Jika basis diberi arus listrik, maka akan terjadi aliran arus listrik dari emitor ke kolektor.

    Besarnya arus listrik yang mengalir dari emitor ke kolektor dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang mengalir di basis. Semakin besar arus listrik yang mengalir di basis, maka semakin besar pula arus listrik yang mengalir dari emitor ke kolektor.

    Ada dua jenis BJT, yaitu NPN dan PNP.

    Transistor NPN memiliki emitor dan basis yang terbuat dari semikonduktor tipe n, sedangkan kolektornya terbuat dari semikonduktor tipe p.

    Transistor PNP memiliki emitor dan basis yang terbuat dari semikonduktor tipe p, sedangkan kolektornya terbuat dari semikonduktor tipe n.

    BJT dapat berfungsi sebagai penguat, saklar, atau sumber daya.

    BJT dapat digunakan sebagai penguat sinyal listrik. Sinyal listrik yang lemah dapat diperkuat oleh BJT menjadi sinyal listrik yang lebih kuat.

    BJT dapat digunakan sebagai saklar listrik. BJT dapat dinyalakan dan dimatikan dengan menggunakan arus listrik yang kecil.

    BJT dapat digunakan sebagai sumber daya listrik. BJT dapat mengkonversi sinyal listrik menjadi tegangan listrik.

    Ada tiga konfigurasi BJT, yaitu common base (CB), common emitter (CE), dan common collector (CC).

    Konfigurasi CB memiliki input pada basis dan output pada emitor.

    Konfigurasi CE memiliki input pada basis dan output pada kolektor.

    Konfigurasi CC memiliki input pada emitor dan output pada kolektor.

    Setiap konfigurasi BJT memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

    Apa Itu Bipolar Junction Transistor di video

    Apa Itu Bipolar Junction Transistor

    See Also



    Posting Komentar

    0 Komentar